review-film-triple-frontier

Review Film Triple Frontier

Review Film Triple Frontier. Triple Frontier adalah film aksi kriminal yang dirilis secara streaming pada 2019. Cerita mengikuti lima mantan anggota pasukan khusus Amerika yang bersatu kembali untuk mencuri uang besar dari seorang baron narkoba di perbatasan Amerika Selatan. Dengan pemeran utama Ben Affleck, Oscar Isaac, Charlie Hunnam, Garrett Hedlund, dan Pedro Pascal, film ini menggabungkan elemen heist klasik dengan nuansa thriller militer dan drama persahabatan yang rumit. Meski tidak terlalu bombastis seperti film aksi besar, Triple Frontier berhasil menawarkan ketegangan yang solid, adegan aksi realistis, dan konflik moral yang cukup dalam untuk genre ini. BERITA BASKET

Plot dan Alur Cerita: Review Film Triple Frontier

Cerita dimulai ketika Santiago “Pope” Garcia (Oscar Isaac) menemukan lokasi penyimpanan uang tunai milik seorang raja narkoba di Triple Frontier—daerah perbatasan antara Paraguay, Argentina, dan Brasil. Ia kemudian mengajak empat rekan lama dari tim Delta Force: Tom “Redfly” Davis (Ben Affleck), yang sedang kesulitan finansial setelah pensiun; William “Ironhead” Miller (Charlie Hunnam), instruktur tempur yang skeptis; Ben Miller (Garrett Hedlund), adik Ironhead yang lebih impulsif; serta Francisco “Catfish” Alvarez (Pedro Pascal), pilot helikopter yang masih aktif. Mereka merencanakan operasi cepat: masuk, ambil uang, keluar—tanpa kekerasan berlebih. Namun, seperti kebanyakan cerita heist, rencana mulai berantakan setelah mereka berhasil mencuri miliaran dolar. Alur cerita bergerak dari persiapan yang tenang ke aksi tembak-menembak di hutan lebat, hingga pelarian panjang melintasi pegunungan. Meski plotnya bisa ditebak di beberapa bagian, ketegangan tetap terjaga berkat pacing yang baik dan keputusan-keputusan moral yang membuat karakter terasa manusiawi.

Penampilan Pemeran dan Dinamika Tim: Review Film Triple Frontier

Oscar Isaac sebagai Pope adalah jantung film ini—karakternya cerdas, karismatik, tapi juga penuh beban moral yang membuat penonton ikut merasakan dilemanya. Ben Affleck sebagai Redfly memberikan penampilan yang sangat kuat: seorang pria yang sudah lelah dengan hidup setelah bertahun-tahun bertugas, tapi tetap terjebak karena kebutuhan finansial. Chemistry antara Affleck dan Isaac terasa sangat nyata—seperti dua sahabat lama yang saling menghormati tapi juga saling menekan. Charlie Hunnam dan Garrett Hedlund sebagai Ironhead dan Ben membawa dinamika saudara yang kompleks, sementara Pedro Pascal sebagai Catfish menambahkan humor kering dan kehangatan yang membuat tim terasa lebih manusiawi. Ensemble ini berhasil menciptakan rasa “keluarga” yang kuat—mereka saling percaya, tapi juga saling menyalahkan ketika situasi memburuk. Penampilan mereka membuat penonton peduli pada nasib tim, meski tahu bahwa pilihan mereka penuh risiko.

Kelebihan dan Kekurangan Secara Keseluruhan

Kelebihan terbesar Triple Frontier ada pada adegan aksi yang realistis dan intens. Pengejaran di hutan, tembak-menembak di pegunungan, dan adegan helikopter terasa sangat hidup dan tidak berlebihan. Film ini juga berhasil menggabungkan elemen heist dengan drama psikologis—karakter-karakter ini bukan penjahat super jenius, melainkan mantan tentara yang terjebak dalam keputusan sulit. Musik dan sinematografi juga mendukung suasana dengan baik—terutama adegan malam di hutan yang terasa dingin dan menekan. Kekurangannya adalah beberapa subplot (seperti konflik internal tim) yang terasa kurang dalam, serta ending yang terasa agak terburu-buru. Beberapa adegan terasa klise, dan durasi film yang sekitar dua jam terasa sedikit panjang di bagian tengah. Secara keseluruhan, Triple Frontier adalah film aksi yang solid dengan kekuatan pada penampilan pemeran dan ketegangan yang terjaga, meski tidak sepenuhnya inovatif dalam genre ini.

Kesimpulan

Triple Frontier adalah film heist yang menghibur dengan ketegangan realistis, penampilan pemeran yang kuat, dan dinamika tim yang terasa autentik. Meski plotnya sederhana dan beberapa bagian terasa klise, eksekusi adegan aksi serta konflik moral yang dibangun dengan baik membuatnya tetap layak ditonton. Film ini cocok bagi penggemar genre kriminal yang suka cerita tentang mantan tentara, persahabatan rumit, dan keputusan sulit. Bagi yang belum menonton atau ingin rewatch, Triple Frontier masih terasa segar dan penuh adrenalin—terutama adegan pengejaran di hutan yang sangat kuat. Ini bukan film yang akan mengubah hidup, tapi hiburan aksi yang cerdas dan memuaskan. Jika Anda suka film seperti Heat atau Triple Frontier dengan sentuhan lebih militer, film ini layak masuk daftar tontonan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *