review-film-squid-game-season-3-ending-paling-kontroversial

Review Film Squid Game Season 3: Ending Paling Kontroversial?

Review Film Squid Game Season 3: Ending Paling Kontroversial? Squid Game Season 3 resmi tayang perdana pada 27 Desember 2025 dan langsung memicu gelombang reaksi ekstrem dari penonton global hingga awal 2026. Musim ketiga ini menjadi penutup trilogi yang dinanti sejak kesuksesan Season 1 (2021) dan Season 2 (2024). Dengan durasi total 7 episode berdurasi 50–70 menit, season ini membawa kembali Seong Gi-hun (Lee Jung-jae) yang kini lebih gelap dan penuh dendam, serta memperkenalkan pemain baru seperti Kang Ae-sim sebagai ibu dari salah satu peserta dan Park Gyu-young sebagai petugas misterius. Ending season ini—yang sengaja dibuat sangat terbuka dan ambigu—langsung jadi bahan perdebatan sengit di media sosial dan forum. Apakah penutup yang kontroversial ini berhasil jadi klimaks memuaskan, atau malah membuat banyak penonton kecewa berat? BERITA TERKINI

Alur Cerita yang Semakin Gelap dan Intens di Film Squid Game Season 3

Season 3 mempertahankan formula Squid Game: permainan mematikan dengan taruhan hidup-mati, tapi kali ini fokus pada konsekuensi psikologis jangka panjang dari trauma. Gi-hun tidak lagi hanya ingin menghentikan permainan—ia ingin menghancurkan organisasi di baliknya. Alur dibagi menjadi tiga fase: infiltrasi, pemberontakan, dan konfrontasi akhir. Pada fase infiltrasi, Gi-hun menyamar sebagai pemain baru untuk mendekati Front Man (Lee Byung-hun) yang kini punya peran lebih besar. Fase pemberontakan menampilkan adegan paling brutal sepanjang seri—pemain saling bunuh dengan cara yang semakin sadis, termasuk penggunaan senjata improvisasi dan pengkhianatan antar aliansi. Fase konfrontasi akhir berlangsung di arena terbuka dengan twist besar: pengungkapan identitas asli beberapa pemain kunci dan keputusan moral yang sangat berat bagi Gi-hun. Alur cerita lebih linier dibanding Season 2 yang penuh flashback, tapi tetap mempertahankan elemen kejutan dan ketegangan konstan. Banyak penonton memuji cara Bong Joon-ho dan tim penulis membangun rasa putus asa yang semakin dalam sepanjang musim.

Performa Lee Jung-jae dan Cast Utama

Lee Jung-jae sebagai Seong Gi-hun memberikan penampilan paling matang dan emosional sepanjang trilogi. Di Season 3, Gi-hun bukan lagi orang biasa yang kebetulan menang—ia sudah rusak, penuh dendam, dan siap melakukan apa saja demi mengakhiri permainan. Ekspresi wajahnya saat menyaksikan kematian demi kematian terasa sangat menyakitkan dan membuat banyak penonton ikut merasakan beban moralnya. Lee Byung-hun sebagai Front Man kembali tampil dingin dan karismatik, tapi kali ini diberi lebih banyak backstory yang membuat karakternya lebih manusiawi. Kang Ae-sim sebagai ibu pemain baru membawa momen emosional yang sangat kuat, sementara Park Gyu-young sebagai petugas misterius menambah lapisan konspirasi yang mengejutkan. Secara keseluruhan, cast utama tampil sangat solid dan berhasil membuat penonton peduli pada nasib mereka meski cerita sangat gelap.

Kelemahan dan Kontroversi Ending

Ending season ini menjadi sumber kontroversi terbesar. Tanpa spoiler: penutup cerita sengaja dibuat sangat ambigu, tanpa penjelasan jelas tentang nasib akhir beberapa karakter kunci dan tanpa resolusi penuh terhadap organisasi permainan. Banyak penonton merasa kecewa karena mengharapkan “akhir yang memuaskan” setelah menunggu 4 tahun sejak Season 1, sementara sebagian lain memuji keberanian Bong Joon-ho untuk tidak memberikan happy ending atau penjelasan lengkap. Ada juga kritik bahwa season ini terlalu bergantung pada shock value dan kekerasan grafis tanpa cukup pengembangan karakter baru. Beberapa subplot terasa terburu-buru, terutama soal motivasi Front Man dan organisasi di balik permainan. Bagi penonton yang menyukai Season 1 karena twist sosialnya, Season 3 terasa lebih fokus pada drama pribadi Gi-hun dan kurang punya kritik tajam terhadap masyarakat.

Respon Penonton dan Dampak: Review Film Squid Game Season 3: Ending Paling Kontroversial?

Penonton Indonesia menyambut sangat emosional—banyak yang menonton secara marathon dan langsung diskusi panjang di grup dan media sosial soal ending. Beberapa episode terakhir memicu perdebatan sengit: sebagian bilang “akhir yang sempurna dan realistis”, sebagian lain merasa “ditinggal gantung”. Viewership di Netflix Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi untuk serial Korea tahun 2025. Di media sosial, tagar #SquidGameEnding dan #GiHun terasa ramai selama berminggu-minggu. Serial ini juga berhasil membuka diskusi besar soal trauma, balas dendam, dan apakah “menang” benar-benar mengakhiri siklus kekerasan. Banyak yang bilang ini penutup yang layak untuk salah satu serial paling berpengaruh dekade ini.

Kesimpulan: Review Film Squid Game Season 3: Ending Paling Kontroversial?

Squid Game Season 3 adalah penutup trilogi yang sangat gelap, emosional, dan kontroversial. Lee Jung-jae memberikan performa paling matang sebagai Gi-hun, atmosfer mencekam, dan ending yang sengaja ambigu membuat serial ini tetap konsisten dengan visi Bong Joon-ho. Meski pacing tengah agak lambat dan beberapa subplot terasa kurang tuntas, season ini berhasil jadi salah satu penutup serial paling impactful tahun 2025. Worth it? Ya—tapi siapkan mental dan hati yang kuat. Kalau kamu sudah menonton Season 1 & 2, season ini wajib ditonton meski endingnya bikin banyak orang marah atau sedih. Ending paling kontroversial tahun ini memang berhasil mengguncang—dan itulah yang membuatnya layak diingat. Squid Game tutup buku dengan cara yang tidak banyak orang berani lakukan. Serial ini tetap jadi salah satu fenomena budaya terbesar dekade ini.

BACA SELENGKAPNYA DI….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *