review-film-creed

Review Film Creed

Review Film Creed. Film Creed yang dirilis pada 2015 tetap menjadi salah satu reboot olahraga paling sukses hingga akhir 2025, sering dipuji sebagai penyegaran brilian untuk warisan klasik tinju. Disutradarai Ryan Coogler, film ini perkenalkan Adonis Creed, anak haram Apollo Creed, yang cari identitas melalui tinju sambil minta bimbingan Rocky Balboa yang sudah tua. Dibintangi Michael B. Jordan sebagai Adonis dan Sylvester Stallone sebagai Rocky, Creed berhasil gabungkan nostalgia dengan cerita baru yang segar. Di era di mana franchise lama sering gagal reboot, film ini terasa semakin relevan sebagai bukti bahwa cerita underdog bisa berevolusi tanpa hilang esensi. MAKNA LAGU

Plot dan Warisan yang Dihormati: Review Film Creed

Cerita dimulai dengan Adonis Johnson, pemuda temperamental yang tumbuh di panti asuhan dan sistem juvenile, cari ayah biologisnya yang ternyata Apollo Creed. Ia tinggalkan pekerjaan stabil untuk kejar mimpi tinju di Philadelphia, lalu minta Rocky—yang sudah pensiun dan sakit-sakitan—jadi pelatihnya. Plot fokus pada perjuangan Adonis buktikan diri lawan juara dunia “Pretty” Ricky Conlan, sambil hadapi konflik identitas dan hubungan dengan pacar penyanyi Bianca.

Coogler hormati warisan asli dengan elemen ikonik seperti latihan di tangga museum dan musik tema yang diaransemen ulang, tapi beri sentuhan modern: one-take long shot di pertarungan pertama Adonis dan fokus pada isu ras, legacy, serta generasi baru. Di 2025, plot ini masih menginspirasi karena tunjukkan bagaimana cerita Rocky bisa lanjut tanpa bergantung Stallone sepenuhnya, sambil beri ruang untuk tema kontemporer seperti penyakit dan regenerasi.

Penampilan Aktor dan Chemistry yang Kuat: Review Film Creed

Michael B. Jordan beri performa breakthrough sebagai Adonis—fisiknya yang sculpted, emosi mentah, dan transformasi dari pemuda marah jadi petinju dewasa terasa autentik. Sylvester Stallone dapat Oscar untuk aktor pendukung berkat peran Rocky yang lebih pendiam dan bijak—bukan petinju lagi, tapi mentor yang hadapi kanker dan kesepian dengan cara menyentuh.

Chemistry keduanya jadi nyawa film: hubungan ayah-anak pengganti yang berkembang dari ketegangan jadi ikatan mendalam sangat emosional. Tessa Thompson sebagai Bianca beri keseimbangan—wanita mandiri yang hadapi gangguan pendengaran tapi dukung Adonis sepenuhnya. Coogler arahkan adegan tinju dengan gaya gritty dan realistis—one-shot fight yang bikin penonton rasakan setiap pukulan—sambil jaga momen intim seperti Rocky ajar Adonis tentang “one step at a time”.

Produksi dan Dampak pada Franchise

Diproduksi dengan budget sedang tapi visual kelas atas, Creed tangkap nuansa Philadelphia yang otentik—dari gym kumuh hingga apartemen sederhana—dengan sinematografi Maryse Alberti yang dinamis. Musik Ludwig Göransson campur hip-hop dengan tema klasik, beri rasa modern tanpa hilang akar. Adegan latihan di jalanan dan ring dibuat brutal tapi indah, tunjukkan evolusi tinju di layar.

Film ini sukses besar, dapat rating tinggi kritikus, dan luncurkan franchise baru yang lanjut hingga beberapa sekuel. Di akhir 2025, dampaknya terlihat di keberhasilan passing the torch dari Rocky ke Adonis, inspirasi banyak film olahraga yang fokus generasi baru. Meski ada kritik karena beberapa klise tinju, Creed dihargai karena keberaniannya beri cerita segar sambil hormati asli—bukti reboot bisa jadi karya mandiri yang hebat.

Kesimpulan

Creed adalah film olahraga yang brilian gabungkan nostalgia dengan inovasi, plot underdog modern, penampilan Jordan dan Stallone yang ikonik, serta arahan Coogler yang visioner. Ia bukan sekadar lanjutan, tapi evolusi cerita Rocky yang beri harapan baru tentang legacy dan perjuangan generasi berikutnya. Di 2025, film ini layak ditonton ulang sebagai pengingat bahwa semangat tinju—baik di ring maupun hidup—bisa diwariskan dengan cara yang menyentuh dan powerful. Bagi penggemar drama olahraga, reboot sukses, atau cerita mentor-murid, Creed tetap jadi pilihan utama yang memotivasi dan menghibur secara mendalam.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *