Review Film Nosferatu Remake: Bill Skarsgård Jadi Dracula. Film Nosferatu karya Robert Eggers yang tayang sejak Desember 2024 langsung menjadi salah satu rilis horor paling dibicarakan akhir tahun lalu dan masih hangat hingga awal 2026. Remake dari film bisu klasik F.W. Murnau tahun 1922 ini membawa Bill Skarsgård sebagai Count Orlok (Dracula), Lily-Rose Depp sebagai Ellen Hutter, Nicholas Hoult sebagai Thomas Hutter, dan Aaron Taylor-Johnson sebagai Friedrich Harding. Dengan durasi 2 jam 12 menit dan budget sekitar US$90 juta, film ini telah meraup lebih dari US$380 juta secara global hingga Januari 2026. Rating Rotten Tomatoes mencapai 87% dari kritikus dan 92% dari penonton, serta CinemaScore A-. Pertanyaan utamanya: apakah Bill Skarsgård berhasil jadi Dracula yang benar-benar mengerikan dan memorable, atau remake ini hanya terjebak di bayang-bayang aslinya? BERITA TERKINI
Atmosfer Horor Gotik yang Sangat Kuat di Film Nosferatu Remake: Review Film Nosferatu Remake: Bill Skarsgård Jadi Dracula
Robert Eggers sekali lagi membuktikan keahliannya membangun dunia horor yang terasa hidup dan menyesakkan. Setting Jerman abad ke-19 dibuat sangat autentik—rumah-rumah kayu gelap, kabut tebal, hujan deras, dan pencahayaan lilin yang minim menciptakan rasa dingin dan kematian yang menyelimuti setiap frame. Cinematografi Jarin Blaschke (kolaborator Eggers sejak The Witch) menangkap keindahan sekaligus kengerian dengan warna-warna desaturasi dan bayangan panjang yang dramatis. Desain makhluk Count Orlok oleh Bill Skarsgård jadi salah satu yang paling mengerikan di genre horor modern. Dengan tubuh kurus, kulit pucat seperti mayat, gigi panjang tajam, dan gerakan yang tidak manusiawi, Orlok terasa seperti kematian itu sendiri yang berjalan. Adegan Orlok muncul di jendela Ellen atau merayap di dinding seperti laba-laba membuat banyak penonton merinding dan tak berani berkedip. Suara serak dan napas beratnya yang mengerikan menambah efek horor psikologis yang kuat.
Performa Bill Skarsgård dan Cast Pendukung: Review Film Nosferatu Remake: Bill Skarsgård Jadi Dracula
Bill Skarsgård memberikan penampilan yang luar biasa sebagai Count Orlok. Ia tidak hanya mengandalkan makeup dan prostetik—gerakan tubuhnya, tatapan mata yang kosong, dan cara bicara yang lambat tapi mengancam membuat karakter ini terasa benar-benar asing dan menakutkan. Ini mungkin salah satu Dracula paling mengerikan sejak Bela Lugosi dan Christopher Lee. Lily-Rose Depp sebagai Ellen Hutter membawa kerapuhan dan kegilaan yang pas—ia terlihat semakin pucat dan terganggu seiring Orlok mendekat, membuat penonton ikut merasakan keputusasaannya. Nicholas Hoult sebagai Thomas Hutter beri performa solid sebagai suami yang berjuang selamatkan istri, sementara Aaron Taylor-Johnson sebagai Friedrich menambah elemen humor gelap yang ringan tapi tepat. Chemistry antara Ellen dan Orlok terasa sangat tidak sehat dan intens—hubungan predator dan mangsa yang penuh obsesi.
Kelemahan dan Perbandingan dengan Versi Sebelumnya
Meski atmosfer dan performa kuat, film ini punya kelemahan di pacing dan orisinalitas. Babak tengah terasa agak lambat karena terlalu banyak fokus pada build-up dan simbolisme tanpa aksi besar. Beberapa adegan teror terasa mirip pola klasik Nosferatu—bayangan di dinding, tikus membawa wabah, dan kedatangan Orlok dengan kapal—tanpa banyak inovasi baru. Ada juga kritik bahwa cerita terlalu setia pada aslinya sehingga kurang mengejutkan bagi yang sudah tahu plot. Dibandingkan Nosferatu 1922 yang revolusioner atau remake Herzog 1979 yang sangat artistik, versi Eggers ini lebih modern dan intens, tapi beberapa bilang terasa kurang “berani” dalam interpretasi artistik. Durasi 2 jam 12 menit terasa sedikit panjang untuk cerita yang cukup lurus.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut positif—film ini laris di bioskop-bioskop besar, terutama penggemar horor dan penggemar Eggers (The Witch, The Lighthouse). Banyak yang nonton berulang untuk adegan Orlok muncul dan suasana mencekam. Box office US$380 juta (dengan proyeksi akhir US$500–550 juta) tunjukkan sukses komersial yang solid untuk film horor R-rated. Di media sosial, klip Orlok merayap dan tatapan mata Skarsgård jadi viral. Film ini juga membuktikan bahwa remake klasik bisa sukses kalau punya visi kuat dan performa hebat. Banyak yang bilang ini salah satu Dracula terbaik sejak Interview with the Vampire. Sekuel atau spin-off belum diumumkan, tapi film ini berhasil jadi penutup yang layak untuk era gothic horror modern.
Kesimpulan
The Nosferatu remake 2025 adalah karya horor gotik yang mencekam, indah, dan penuh emosi. Bill Skarsgård menciptakan Count Orlok yang benar-benar menyeramkan dan memorable, sementara Lily-Rose Depp dan cast pendukung bawa kedalaman yang pas. Atmosfer gelap, visual memukau, dan ketegangan konstan bikin film ini layak ditonton di bioskop atau rumah gelap. Meski pacing tengah agak lambat dan cerita kurang inovatif, film ini tetap jadi salah satu horor terbaik 2025 yang berhasil menghormati aslinya sambil memberi pengalaman baru. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu suka horor klasik, gothic, dan performa akting yang kuat. Kalau suka The Witch atau The Lighthouse, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan keheningan dan jantung yang kuat. Dracula kembali, dan kali ini lebih mencekam dari sebelumnya. Horor gotik ini layak dapat tempat spesial di hati penggemar genre.