Review Film Squid Game S2: Permainan yang Lebih Gelap

Review Film Squid Game S2: Permainan yang Lebih Gelap

Review Film Squid Game S2: Permainan yang Lebih Gelap. Squid Game Season 2 tayang lengkap di Netflix pada 26 Desember 2024 dan langsung menduduki peringkat teratas global selama berminggu-minggu. Musim kedua ini terdiri dari 7 episode dengan total durasi sekitar 7 jam, melanjutkan kisah Seong Gi-hun (Lee Jung-jae) setelah ia memenangkan permainan mematikan tahun sebelumnya. Kali ini Gi-hun memasuki kembali permainan dengan misi menghentikannya dari dalam, sementara Front Man (Lee Byung-hun) semakin memperketat kontrol. Dengan skor Rotten Tomatoes 85% dari kritikus dan audience score 78%, season ini mendapat pujian karena nada yang jauh lebih gelap, kekerasan yang lebih brutal, dan eksplorasi psikologis yang lebih dalam dibanding musim pertama. Banyak penonton merasa ini bukan lagi sekadar survival game, melainkan cermin masyarakat yang semakin kejam dan tanpa harapan. INFO CASINO

Alur Cerita dan Plot: Review Film Squid Game S2: Permainan yang Lebih Gelap

Musim kedua dibuka dengan Gi-hun yang sudah kaya tapi trauma berat setelah kemenangan tahun lalu. Ia menolak hidup mewah dan memilih mengejar Front Man serta organisasi di balik permainan. Namun, ia akhirnya terjebak kembali ke dalam Squid Game edisi baru yang lebih sadis dan terstruktur. Pemain baru diperkenalkan dengan latar belakang yang lebih tragis dan beragam, termasuk mantan tentara, ibu tunggal, dan pekerja migran yang terlilit utang. Permainan kali ini memperkenalkan ronde baru yang lebih kejam, termasuk “Hide and Seek” versi berdarah dan “Red Light, Green Light” dengan tambahan elemen pengkhianatan antar pemain. Plot semakin gelap ketika Gi-hun menyadari bahwa banyak pemain sebenarnya rela membunuh demi bertahan hidup, dan organisasi permainan jauh lebih besar serta terorganisir daripada yang ia bayangkan. Ada subplot tentang Front Man yang mulai menunjukkan konflik batin, serta pengungkapan masa lalu yang menghubungkan ia dengan Gi-hun. Meski beberapa ronde terasa repetitif, ketegangan tetap tinggi karena taruhannya bukan lagi hanya uang, melainkan nyawa dan moralitas manusia. Ending season ini cliffhanger besar yang membuka pintu season ketiga, tapi tetap memberikan pukulan emosional kuat pada penonton.

Pemeran dan Penampilan: Review Film Squid Game S2: Permainan yang Lebih Gelap

Lee Jung-jae kembali sebagai Seong Gi-hun dengan performa yang lebih dalam dan gelap. Ia berhasil menyampaikan perubahan dari pemain yang naif menjadi seseorang yang penuh dendam, rasa bersalah, dan keputusasaan. Matanya yang kosong dan gerakan tubuh yang lelah terasa sangat autentik. Lee Byung-hun sebagai Front Man semakin menonjol—ia membawa aura dingin tapi penuh konflik batin yang membuat karakternya tidak sekadar villain satu dimensi. Pemain baru seperti Im Si-wan, Kang Ha-neul, dan Jo Yu-ri memberikan warna segar dengan karakter yang kompleks dan tragis. Secara keseluruhan, chemistry antar pemain terasa lebih kuat dibanding season pertama, terutama di momen-momen pengkhianatan dan kerja sama yang rapuh. Produksi visual tetap memukau: set permainan yang lebih megah, kostum yang lebih detail, dan sinematografi yang membuat setiap ronde terasa claustrophobic dan menyesakkan.

Elemen Permainan yang Lebih Gelap

Musim kedua secara sadar membuat permainan jauh lebih kejam dan psikologis. Tidak lagi hanya soal bertahan hidup secara fisik, tapi juga menghancurkan moral dan kemanusiaan pemain. Ada adegan yang sangat disturbing, termasuk kekerasan terhadap anak-anak dalam konteks permainan dan pengkhianatan antar teman yang terasa sangat menyakitkan. Kritik sosial semakin tajam: keserakahan, ketimpangan kelas, dan bagaimana sistem memaksa orang biasa menjadi monster demi bertahan. Musik dan sound design juga lebih intens—lagu-lagu klasik dari season pertama kembali dengan aransemen yang lebih mencekam. Beberapa penonton merasa season ini terlalu berat dan kurang memiliki momen “hope” seperti musim pertama, tapi justru itulah yang membuatnya terasa lebih dewasa dan realistis. Kekerasan tidak lagi sensasional semata, melainkan alat untuk menunjukkan betapa rapuhnya moral manusia ketika didorong ke titik ekstrim.

Kesimpulan

Squid Game Season 2 adalah kelanjutan yang jauh lebih gelap, lebih kejam, dan lebih psikologis dibanding musim pertama. Lee Jung-jae dan Lee Byung-hun kembali memberikan penampilan kelas dunia, sementara cerita berhasil mempertahankan ketegangan tinggi meski formula permainan sudah tidak lagi baru. Meski beberapa penonton merasa terlalu depressing dan kurang memiliki momen harapan, season ini justru berhasil memperkuat pesan inti serial: manusia bisa menjadi sangat mengerikan ketika diberi pilihan antara hidup dan moral. Bagi yang menyukai thriller distopia dengan kritik sosial tajam, ini adalah tontonan wajib. Skor keseluruhan: 8.5/10—permainan yang lebih gelap, lebih menyakitkan, dan sangat sulit dilupakan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *