review-film-surga-yang-tak-dirindukan-2

Review Film Surga yang Tak Dirindukan 2

Review Film Surga yang Tak Dirindukan 2. Film Surga yang Tak Dirindukan 2 yang dirilis pada 2017 kembali hangat dibicarakan di awal 2026. Sekuel drama religius ini sering ditayangkan ulang di platform digital, menyusul minat penonton terhadap tema rumah tangga kompleks dan pengorbanan. Saat pertama rilis, film ini sukses menarik lebih dari 1,6 juta penonton, menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris tahun itu. Kini, lanjutan kisah Pras, Arini, dan Meirose masih menyentuh hati, terutama dengan elemen emosional yang lebih dewasa dibanding pendahulunya. BERITA BOLA

Plot dan Karakter Utama: Review Film Surga yang Tak Dirindukan 2

Cerita berlanjut empat tahun setelah perpisahan di film pertama. Arini mendapat undangan ke Budapest untuk mempromosikan bukunya, diikuti Pras. Di sana, mereka tak sengaja bertemu Meirose yang hidup mandiri bersama anaknya. Pertemuan ini membangkitkan perasaan lama, membuat Meirose ragu dengan pilihannya, sementara Arini tetap tulus menyayangi mereka. Muncul pula dokter Syarief yang membawa perspektif baru di tengah konflik.

Fedi Nuril kembali sebagai Pras dengan nuansa lebih matang, Laudya Cynthia Bella sebagai Arini tampil ikhlas dan kuat, Raline Shah sebagai Meirose rapuh tapi tegar. Reza Rahadian sebagai Syarief menambah kedalaman, didukung Nora Danish dan aktor pendukung lain. Chemistry antar karakter terasa kalem tapi intens, membuat penonton ikut merenungkan dinamika love triangle yang rumit.

Elemen Visual dan Religius: Review Film Surga yang Tak Dirindukan 2

Surga yang Tak Dirindukan 2 menonjol dengan latar Budapest yang indah, menangkap pemandangan kota Eropa yang eksotis dan mendukung nuansa reflektif. Tempo lebih tenang dibanding film pertama, fokus pada dialog mendalam tentang keikhlasan, keadilan dalam poligami, dan pencarian surga rumah tangga. Tema religius dieksplor elegan, tanpa bombastis, menekankan keindahan Islam melalui perbuatan baik.

Disutradarai Hanung Bramantyo, karya ini menyajikan visual segar dengan soundtrack menyentuh yang memperkuat momen haru. Elemen ini membuat cerita terasa dewasa, cocok bagi penonton yang ingin refleksi tentang ujian perkawinan dan penerimaan takdir.

Kelebihan dan Kritik

Film ini dipuji karena pendekatan lebih kalem dan elegan, performa aktor yang solid terutama Laudya Cynthia Bella dan Reza Rahadian, serta pesan tentang keikhlasan yang relevan. Banyak penonton menghargai akhir bittersweet dan representasi konflik rumah tangga yang realistis, plus kesuksesan box office yang membuktikan daya tarik saga ini.

Di sisi lain, beberapa kritik menyebut emosi kurang meledak dibanding film pertama, membuat sebagian adegan terasa jenuh atau lambat. Konflik kadang dinilai terlalu idealis, dengan elemen melodrama yang berkurang hingga kurang greget. Meski begitu, kekurangan ini tak menyurutkan nilai sebagai sekuel berkualitas.

Kesimpulan

Surga yang Tak Dirindukan 2 berhasil melanjutkan warisan pendahulunya dengan cerita lebih reflektif dan dewasa. Di awal 2026 ini, tayangan ulangnya mengingatkan bahwa surga rumah tangga butuh keikhlasan melewati ujian berat. Dengan visual memukau, akting memikat, dan pesan religius mendalam, film ini layak ditonton ulang untuk merenungkan arti pengorbanan dalam cinta. Secara keseluruhan, ini adalah sekuel elegan yang abadi, cocok bagi yang ingin drama emosional penuh makna tentang keluarga dan iman.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *